8 Jenis Batik Solo Berserta Makna Motif Batik Saat Prosesi Pernikahan
Motif batik solo memiliki banyak jenisnya, banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya pada tiap-tiap jenis gambar terdapat makna dan filosofi serta waktu pemakaiannya. Karena solo adalah salah satu kota yang berasal dari kerajaan mataram, dan batik sendiri adalah identitas dari sang pemakainya. Inilah yang menyebankan munculnya berbagai ragam gambar yang berbeda-beda menurut penggunaan dan pemakainya.
Pada pembuatan gambar diciptakan dengan harapan membawa berkah serta keberuntungan bagi sang pemakai serta menjadi simbol jati diri . Beda dengan kita yang mengangkap batik ini bagus coraknya batik itu tidak enak dipandang dan lain-lain, namun beda dengan kalangan keraton atau orang-orang yang masih menerapkan budaya jawa yang kental, meraka tidak akan memakai sembarang jenis batik pada saat upacara ataupun acara tertentu. Dan berikut adalah motif batik solo yang kerap digunakan pada saat prosesi pernikahan.
1.Motif Batik Sidomukti
Batik sidomukti biasanya dipakai pada saat upacara pernikahan. Menurut maknanya “Sido” memiliki arti jadi / berkelanjutan/ terus menerus sedangkan “mukti” bermakna langgeng / kecukupan. Secara filosofi sang pemakai diharapkan dapat hidup dengan bahagia serta memiliki rejeki yang lancar dan bekecukupan.
2.Motif Batik Truntum
Motif batik truntum secara simbolis memiliki makna menuntun. biasanya digunakan pada saat pernikahan oleh orang tua mempelai, maksud dan tujuannya adalah, hendaknya orang tua mempelai selalu menjadi penuntun bagi pengantin dalam mengarungi hidup baru mereka. Sehingga pernihakan tetap langgeng layaknya orang tua mereka.
3.Motif batik Satrio manah
Motif batik satrio manah biasanya digunakan oleh walli dari pengantin pria saat melakukan lamaran. Secara filosofi makna dari batik ini melambangkan pada saat melamar mengharapkan keluarga dari calon mempelai wanita mau menerima lamaran dari pihak pria.
4.Motif Batik Semen Rantai
Pada jaman dahulu pihak calon mempelai wanita memakai motif batik semen rantai, maka dipastikan bahwa apapun lamarannya sudah pasti diterima. Karena makna dari filosofi batik ini adalah bahwasannya pihak calon mempelai wanita sudah siap dan ingin ada sebuah ikatan yang kuat kepada pihak mempelai pria, dan lamaran adalah kesungguhan yang akan dilanjutkan ke tahap pernikahan.
5.Motif Batik Parang Kusumo
Parang kusumo melambangkan bunga yang mekar. Motif batik ini biasa digunakan oleh calon mempelai wanita pada saat tukar cincin. Filosofi dari parang kusumo ini sendiri bahwasannya orang yang memakai motif batik ini sudah siap lahir maupun batin untuk selanjutnya melangsungkan pernikahan.
6.Motif Batik Pamiluto
Bila calon mempelai wanita mengenakan motif batik parang kusumo, maka biasanya sang ibu dari mempelai wanita mengenakan motif batik pamiluto. Filosofinya bahwa sang ibu mempelai wanita mengharapkan hubungan sang adanka dengan suaminya langgeng dan awet seperti mimin lan mintuno. Menurut cerita kata pamiluto sendiri berasal dari kata pulut atau pelet dalam bahasa Indonesia.
7.Motif Batik Caplok Kasatriyan
Motif batik ini biasa digunakan pada saat acara kirab sang pengantin , yang kemudian kedua mempelai duduk di pelaminan. Kirab merupakan sebuah tradisi yaitu dimana kedua mempelai di arak untuk diperkenalkan kepada para tamu. Filosofi motif batik caplok kasatrian sendiri dikatakan kedua mempelai diharapkan bisa bersatu dan tetap utuh selamanya.
8.Motif Batik Semen Gedong
Apakah anda pernah melihat pernikahan di adat jawa, dimana kedua mempelai berganti pakaian di tengah acara barulah para tamu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Disinilah saat dimana kedua mempelai berganti dengan motif batik semen gedong. Filosofi dari pemakaian motif batik ini adalah, diharapkan pemgantin ini cepat mendapat momongan, maka makna sebenarnya anda mengucapkan selamat itu adalah mengamini doa dari kedua mempelai.
Bila anda benar-benar memperhatikan acara pernikahan yang digelar di daerah solo dengan menggunakan adat jawa yang kental, maka anda akan melihat salah satu motif batik solo yang tertera di atas. Jadi jangan bingung lagi bila ada yang menyakan kepada anda kenapa harus motif ini kenapa harus motif itu, karena semua memiliki makna dan doa bagi yang memakainya.
Pada pembuatan gambar diciptakan dengan harapan membawa berkah serta keberuntungan bagi sang pemakai serta menjadi simbol jati diri . Beda dengan kita yang mengangkap batik ini bagus coraknya batik itu tidak enak dipandang dan lain-lain, namun beda dengan kalangan keraton atau orang-orang yang masih menerapkan budaya jawa yang kental, meraka tidak akan memakai sembarang jenis batik pada saat upacara ataupun acara tertentu. Dan berikut adalah motif batik solo yang kerap digunakan pada saat prosesi pernikahan.
1.Motif Batik Sidomukti
Batik sidomukti biasanya dipakai pada saat upacara pernikahan. Menurut maknanya “Sido” memiliki arti jadi / berkelanjutan/ terus menerus sedangkan “mukti” bermakna langgeng / kecukupan. Secara filosofi sang pemakai diharapkan dapat hidup dengan bahagia serta memiliki rejeki yang lancar dan bekecukupan.
2.Motif Batik Truntum
Motif batik truntum secara simbolis memiliki makna menuntun. biasanya digunakan pada saat pernikahan oleh orang tua mempelai, maksud dan tujuannya adalah, hendaknya orang tua mempelai selalu menjadi penuntun bagi pengantin dalam mengarungi hidup baru mereka. Sehingga pernihakan tetap langgeng layaknya orang tua mereka.
3.Motif batik Satrio manah
Motif batik satrio manah biasanya digunakan oleh walli dari pengantin pria saat melakukan lamaran. Secara filosofi makna dari batik ini melambangkan pada saat melamar mengharapkan keluarga dari calon mempelai wanita mau menerima lamaran dari pihak pria.
4.Motif Batik Semen Rantai
Pada jaman dahulu pihak calon mempelai wanita memakai motif batik semen rantai, maka dipastikan bahwa apapun lamarannya sudah pasti diterima. Karena makna dari filosofi batik ini adalah bahwasannya pihak calon mempelai wanita sudah siap dan ingin ada sebuah ikatan yang kuat kepada pihak mempelai pria, dan lamaran adalah kesungguhan yang akan dilanjutkan ke tahap pernikahan.
5.Motif Batik Parang Kusumo
Parang kusumo melambangkan bunga yang mekar. Motif batik ini biasa digunakan oleh calon mempelai wanita pada saat tukar cincin. Filosofi dari parang kusumo ini sendiri bahwasannya orang yang memakai motif batik ini sudah siap lahir maupun batin untuk selanjutnya melangsungkan pernikahan.
6.Motif Batik Pamiluto
Bila calon mempelai wanita mengenakan motif batik parang kusumo, maka biasanya sang ibu dari mempelai wanita mengenakan motif batik pamiluto. Filosofinya bahwa sang ibu mempelai wanita mengharapkan hubungan sang adanka dengan suaminya langgeng dan awet seperti mimin lan mintuno. Menurut cerita kata pamiluto sendiri berasal dari kata pulut atau pelet dalam bahasa Indonesia.
7.Motif Batik Caplok Kasatriyan
Motif batik ini biasa digunakan pada saat acara kirab sang pengantin , yang kemudian kedua mempelai duduk di pelaminan. Kirab merupakan sebuah tradisi yaitu dimana kedua mempelai di arak untuk diperkenalkan kepada para tamu. Filosofi motif batik caplok kasatrian sendiri dikatakan kedua mempelai diharapkan bisa bersatu dan tetap utuh selamanya.
8.Motif Batik Semen Gedong
Apakah anda pernah melihat pernikahan di adat jawa, dimana kedua mempelai berganti pakaian di tengah acara barulah para tamu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Disinilah saat dimana kedua mempelai berganti dengan motif batik semen gedong. Filosofi dari pemakaian motif batik ini adalah, diharapkan pemgantin ini cepat mendapat momongan, maka makna sebenarnya anda mengucapkan selamat itu adalah mengamini doa dari kedua mempelai.
Bila anda benar-benar memperhatikan acara pernikahan yang digelar di daerah solo dengan menggunakan adat jawa yang kental, maka anda akan melihat salah satu motif batik solo yang tertera di atas. Jadi jangan bingung lagi bila ada yang menyakan kepada anda kenapa harus motif ini kenapa harus motif itu, karena semua memiliki makna dan doa bagi yang memakainya.
0 Response to "8 Jenis Batik Solo Berserta Makna Motif Batik Saat Prosesi Pernikahan"
Posting Komentar